Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Oct 1, 2017

Fase Pembentukan Zigot dan Penjelasannya

4 Fase Perkembangan Zigot

1. Fase Morula
Pada fase ini zigot mengalami pembelahan. Pembelahan sel tersebut dimulai dari satu sel menjadi dua sel, kemudian dua sel menjadi empat sel, dan seterusnya. Pada saat pembelahan sel terjadi pembelahan yang tidak bersamaan, Pembelahan cepat terjadi pada bagian vertikal yang memiliki kutub fungsional atau bisa disebut sebagai kutub hewan (animal pole) dan kutub vegetatif (vegetal pole). Lalu Antara dua kutub ini masing-masing dibatasi oleh daerah sabit kelabu yang dalam bahasa inggrisnya grey crescent.

Setelah pembelahan terjadi pada bagian vertikal, dilanjutkan dengan bagian horizontal yang membelah secara aktif sampai terbentuk 8 sel, kemudian Pembelahan sel berlanjut sampai terbentuk 16 sampai 64 sel. Embrio yang terdiri dari 16 sampai 64 sel inilah yang kemudian disebut morula.

2. Fase Blastula
Pada fase blastula ini terjadi pembagian sitoplasma ke dalam dua kutub yang dibentuk pada fase moruta, Konsentrasi sitoplasma pada kedua kutub tersebut sangat berbeda. Pada kutub fungsional terdapat sitoplasma yang lebih sedikit dibandingkan dengan kutub vegetatif.

Konsentrasi sitoplasma yang berbeda menentukan arah pertumbuhan dan perkembangan hewan selanjutnya. Pada fase ini kutub fungsional dan kutub vegetatif telah selesai dibentuk. Hal tersebut ditandai dengan dibentuknya rongga di antara kedua kutub yang berisi caftan dan disebut blastosol, Embrio yang memiliki blastosol disebut blastula. Proses pembentukan blastosol disebut blastulasi, Setelah fase blastula selesai ditanjutkan dengan lase gastrula.

3. Fase Gastrula
Pada fase gastrula ini, embrio mengalami proses diferensiasi dengan dimulainya menghilangkan blastosol. Sel-sel pada kutub fungsional akan membelah dengan cepat. Akibatnya, sal-sel pada kutub vegetatif membentuk lekukan ke arah dalam, hal ini di namakan invaginasi. Invaginasi akan membentuk dua formasi, yaitu lapisan ektoderm dan lapisan endoderm.

Bagian ektoderm akan berubah menjadi kulit dan bagian endoderm akan berubah menjadi berbagai macam saluran, lalu Bagian tengah gastrula disebut dengan arkenteron. Pada perkembangan selanjutnya, arkenteron akan menjadi saluran pencernaan hususnya pada hewan vertebrata dan beberapa invertebrata. Bagian luar yang terbuka pada gastrula yang menuju arkenteron dapat disebut dengan blastofor. Bagian ini dipersiapkan menjadi anus dan pada bagian ujung akan membuka dan menjadi mulut. Pada fase ini akan terjadi tahap lanjutan diferensiasi sebagian endoderm menjadi bagian mesoderm. Pada akhir fase gastrula telah terbentuk bagian endoderm, mesoderm, dan ektoderm.

4. Diferensiasi dan Organogenesis
Di Fase yang keempat ini mulai terjadi diferensiasi dan organogenesis pada struktur serta fungsi set untuk menjadi jaringan yang lebih spesifik. Proses tersebut dikendalikan oleh faktor hereditas atau gen yang dibawa pada saat terjadi pembentukan kutub fungsional dan kutub vegetatif, yang pada akhirnya masing-masing bagian endoderm, mesoderm, dan ektoderm akan mengalami diferensiasi menjadi organ-organ sebagai berikut.

  • Ektoderm akan mengalami diferensiasi menjadi epidermis, rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat, email gigi, sistem saraf, serta saraf reseptor.
  • Mesoderm akan mengalami diferensiasi menjadi tulang, sistem peredaran darah, jaringan ikat, otot, sistem ekskresi misalnya duktus deferens, dan sistem reproduksi.
  • Endoderm akan mengalami diferensiasi menjadi jaringan epitel pencernaan, sistem pernapasan, kelenjar gondok, pankreas dan hati.

Dalam proses diferensiasi dan organogenesis, bagian yang berdekatan saling mempengaruhi. Sebagai contoh disini, bagian mesoderm akan mempengaruhi ektoderm dalam diferensiasi untuk perkembangan alat gerak, yaitu sebagian berasal dari set ektoderm dan sebagian dari mesoderm. Setelah tahap embrio selesai, embrio yang disebut janin siap dilahirkan.

Sep 30, 2017

Pengertian dan Proses pembentukan zigot

Pengertian Zigot.

Menurut situs resmi wikipedia,
Zigot adalah hasil dari persatuan sel telur (pada wanita) dan sel sperma (pada pria). Dalam tahap penyatuan sel telur dan sel sperma, hal tersebut akan tetap disebut zigot hingga mulai membagi, dan jika sudah pada tahap membagi sel, pada saat itu pula, zigot berubah menjadi embrio.

Dalam organisme multisel, zigot adalah tahap pertama perkembangan setelah masa fertilisasi. zigot terdiri dari satu set penuh kromosom, yang dimana ada sekitar 46 kromosom normal pada sel-sel somatik dari makhluk hidup. Dan hal tersebut berbeda dengan sel telur dan sperma, yang masing-masing berisi setengah jumlah kromosom yang ditemukan dalam sel-sel somatik.

Zigot biasanya berkembang menjadi embrio tunggal. Jika pada sel anak yang dihasilkan dari divisi zigot mengalami peristiwa pembelahan sel, setiap sel dapat berkembang menjadi embrio, sehingga ada yang disebut kembar monozigot. Umumnya Zigot manusia yang sehat memiliki total 46 kromosom, yang dimana 23 kromosom diantaranya di hasilnya dari sel telur dan 23 kromosom lainnya dari sel sperma. Meskipun relatif jarang, ada kasus di mana zigot akan memiliki ekstra kromosom, jika peristiwa tersebut terjadi maka akan menyebabkan berbagai cacat lahir seperti Down sindrom.

Kromosom mengandung semua bahan genetik dari suatu organisme. Ketika zigot terbentuk, zigot  tersebut mengandung kromosom dan materi genetik, baik dari ayah dan ibu. Karena zigot memiliki dua set kromosom yang berbeda, oleh karena itu zigot dianggap sebagai sel diploid. sebaliknya pada Sel sperma dan sel telur yang tidak dibuahi secara individual dianggap sel haploid karena mereka memiliki satu set kromosom.

Proses Pembentukan Zigot

Pembentukan zigot dikelompokkan menjadi beberapa fase yang dimana fase-fase tersebut adalah fase morula, fase blastula, fase gastrula, fase diferensiasi, serta organogenesis.

Sep 18, 2017

Pengertian dan penjelasan virus

virus.jpg
Virus


A. Pengertian dan Penjelasan Virus

Kata virus berasal dari bahasa Latin yaitu virion yang berarti racun. Sedangkan pengertian dari Virus adalah parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis karena Virus bersifat parasit obligat yang disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri.

Virus biasanya mengandung sejumlah kecil asam nukleat seperti DNA atau RNA, tetapi tidak bisa mengkombinasi keduanya. Virus juga biasanya diselubungi oleh semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi dari ketiganya. Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada di dalam sel inang. Karena karakteristik atau ciri khas dari virus ialah selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau atau TMV).

B. Struktur tubuh virus

1. Kepala
Kepala virus berisi DNA, RNA, dan diselubungi oleh kapsid. Yang dimana kapsid tersusun oleh satu unit protein yang disebut kapsomer.
2. Isi Tubuh
Isi tubuh virus sering disebut virion, virion sendiri terdiri dari asam nukleat (DNA atau RNA). Virus hanya memiliki salah satu tipe asam nukleat yang di dalamnya terdapat beberapa jenis virus berdasarkan isi tubuhnya, antara lain

  • Virus yang isi tubuhnya RNA dan bentuknya menyerupai kubus antara lain, polyomyelitis, virus radang mulut dan kuku, dan virus influenza.
  • Virus yang isi tubuhnya RNA, protein, lipida, dan polisakarida, contohnya paramixovirus.
  • Virus yang isi tubuhnya terdiri atas RNA, protein, dan banyak lipida, contohnya virus cacar.

3. Ekor
Serabut ekor adalah bagian yang berupa jarum dan berfungsi untuk menempelkan tubuh virus pada sel inang, Ekor ini melekat pada kepala kapsid. Ekor virus terdiri atas tabung yang bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut (Khusus untuk virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak memiliki ekor)
4. Kapsid
Kapsid adalah lapisan pembungkus DNA atau RNA yang ada pada tubuh virus, Kapsid terdiri dari rangkaian kapsomer. Bentuk kapsid bervariasi dan tergantung pada tipe virusnya. Fungsi kapsid tersebut adalah untuk memberi bentuk virus dan melindungi virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus.
5. Kapsomer
Kapsomer adalah bagian tubuh virus yang di dalamnya ada sedikit protein dan saling terangkai membentuk kapsid.
6. Sel Pembungkus
Sel pembungkus adalah pelindung yang tersusun dari lipoprotein yang merupakan membran plasma dan berfungsi untuk melapisi DNA atau RNA.

C. Macam-macam Virus


  1. Virus Aids Kucing
  2. Virus Coxsakie
  3. Megavirus chilensis
  4. Feline Leukemia Virus
  5. Virus penyakit kulit dan kuku
  6. Feline Calicivirus
  7. Canin Parvovirus
  8. Markel cell Polyomavirus
  9. Pochine distemper Virus
  10. Virus Campak
  11. Virus Marburg
  12. Dan Lain-lain

Sep 17, 2017

Sistem Klasifikasi dalam Keanekaragaman Hayati

Klasifikasi dalam Keanekaragaman Hayati

Berdasarkan persamaan yang dimiliki oleh makhluk hidup, keanekaragaman hayati yang ada dapat diklasifikasikan berdasarkan kepentingan bagi manusia. Melalui klasifikasi, keanekaragaman hayati dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu hewan, tumbuhan dan mikroba.

Klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan makhluk hidup dilakukan atas dasar aturan tertentu. Sebagai contoh macam-macam klasifikasi dibedakan berdasarkan hal-hal berikut.
1. Tumbuhan
Tumbuhan dikelompokkan berdasarkan fungsinya, antara lain sebagai berikut:

  • penghasil kayu: jati, mahoni;
  • peneduh: akasia, beringin;
  • penghasil bahan pangan: padi, gandum, jagung. sagu;
  • penghasil gula: tebu, bit;
  • sayuran: kol, sawi, bayam, kangkung.

2. Hewan
Hewan dikelompokkan berdasarkan fungsinya. antara lain sebagai berikut:

  • sarana transportasi : sapi, kuda, unta;penghasil daging : kambing, ayam, sapi;
  • penghasil telur : ayam, itik, puyuhpenghasil susu : sapi, kambing, kuda;
  • hewan peliharaan : ayam, anjing, kucing.

3. Mikroba
Mikroba dikelompokkan berdasarkan fungsinya, antara lain sebagai berikut:

  • pengolah bahan pangan : Acetobacter xylium (nata de coco), Lactobacilus bulgaricus (yoghurt), Penicillium camemberti (keju);
  • Agen fermentasi : Saccharomyces cerevisiae (tapai, bir, roti), Rhizopus oryzae (tempe), Aspergillus oryzae (sake).
  • Penghasil antibiotik : Streptomyces griceus, Penicillium notatum

Klasifikasi digunakan untuk mengelompokkan berbagai keanekaragaman hayati sesuai dengan kebutuhan manusia. Pengelompokan keanekaragaman hayati dapat juga dilakukan berdasarkan peranannya. misalnya adanya hewan yang menguntungkan dan merugikan, tumbuhan menguntungkan dan merugikan, serta mikroba patogen dan nonpatogen. Dengan menggunakan dasar klasifikasi yang berbeda, keanekaragaman hayati dapat lebih mudah dicari, dimengerti, dan dimanfaatkan bagi kehidupan manusia.

Baca Juga :
• Keanekaragaman hayati tingkat gen, jenis dan ekosistem

Di era globalisasi seperti sekarang ini, penelitian tentang makhluk hidup mengalami perkembangan yang pesat sehingga munculah varietas-varietas baru atau bahkan spesies baru akibat adanya penemuan-penemuan baru. Seperti pada bab sebelumnya telah diketahui adanya enam spesies bakteri baru di Indonesia. Dengan menggunakan dasar biokimia, organisme tersebut dengan mudah diklasifikasikan dalam kelompok mikroba (bakteri).

Sep 13, 2017

Penjelasan lengkap tentang fenotipe dan genotipe

Fenotip dan Genotip

1. Fenotipe

Fenotipe adalah suatu karakteristik baik struktural, biokimiawi, fisiologis, dan perilaku yang dapat diamati dari suatu organisme yang diatur oleh genotipe dan lingkungan serta interaksi keduanya. Pengertian fenotipe mencakup berbagai tingkat dalam ekspresi gen dari suatu organisme.

Pada tingkat organisme, fenotipe adalah sesuatu yang dapat dilihat, diamati atau dapat diukur dalam sifat atau karakter. Dalam tingkatan ini, contoh fenotipe misalnya ialah warna mata, berat badan, atau ketahanan terhadap suatu penyakit tertentu. Pada tingkat biokimiawi, fenotipe dapat berupa kandungan substansi kimiawi tertentu di dalam tubuh. Sebagai contoh ialah kadar gula darah atau kandungan protein dalam beras. Pada taraf molekular, fenotipe dapat berupa jumlah RNA yang diproduksi atau terdeteksinya pita DNA atau RNA pada elektroforesis.

Fenotipe ditentukan sebagian oleh genotipe individu, sebagian lain oleh lingkungan tempat individu itu hidup, waktu, dan, pada sejumlah sifat, interaksi antara genotipe dan lingkungan. Waktu biasanya digolongkan sebagai aspek lingkungan (hidup) pula. Ide ini biasa ditulis sebagai
P = G + E + GE,
dengan keterang sebagai berikut

  • P berarti fenotipe
  • G berarti genotipe
  • E berarti lingkungan
  • GE berarti interaksi antara genotipe dan lingkungan bersama-sama (yang berbeda dari pengaruh G dan E sendiri-sendiri.

Pengamatan fenotipe dapat sederhana atau sangat rumit hingga memerlukan alat dan metode khusus. Namun, karena ekspresi genetik suatu genotipe bertahap dari tingkat molekular hingga tingkat individu, seringkali ditemukan keterkaitan antara sejumlah fenotipe dalam berbagai tingkatan yang berbeda-beda. Fenotipe, khhususnya yang bersifat kuantitatif seringkali diatur oleh banyaknya gen. Cabang genetika yang membahas sifat-sifat dengan tabiat seperti ini dikenal sebagai genetika kuantitatif. Genetika merupakan ilmu yang mempelajari pewarisan sifat dari individu induk kepada keturunannya.

2. Genotipe

Genotipe secara harafiah berarti "tipe gen", dan Genotipe sendiri adalah istilah yang dipakai untuk menyatakan keadaan genetik dari suatu individu atau sekumpulan individu populasi. Genotipe dapat merujuk pada keadaan genetik suatu lokus maupun keseluruhan bahan genetik yang dibawa oleh kromosom (genom). Genotipe dapat berupa homozigot atau heterozigot. Setelah orang dapat melakukan transfer gen, muncul pula penggunaan istilah hemizigot.

Dalam genetika Mendel (genetika klasik), genotipe sering dilambangkan dengan huruf yang berpasangan; misalnya AA, Aa, atau B1B1. Pasangan huruf yang sama menunjukkan bahwa individu yang dilambangkan adalah homozigot (AA dan B1B1), sedangkan pasangan huruf yang berbeda melambangkan individu heterozigot. Sepasang huruf menunjukkan bahwa individu yang dilambangkan ini adalah diploid (2n). Sebagai konsekuensi, individu tetraploid (4n) homozigot dilambangkan dengan AAAA.

Sep 8, 2017

Keanekaragaman hayati tingkat gen, jenis dan ekosistem

 

Keaneka ragaman hayati

Keragaman istilah biologi atau keanekaragaman hayati dapat memiliki banyak interpretasi, Hal ini paling sering digunakan untuk menggantikan istilah yang lebih jelas dan lama didirikan. Ahli biologi paling sering mendefinisikan keanekaragaman hayati sebagai "totalitas gen, spesies, dan ekosistem suatu daerah". Sebuah keuntungan dari definisi ini adalah bahwa tampaknya untuk menggambarkan keadaan paling dan menyajikan pandangan terpadu dari tiga tingkat tradisional di berbagai biologis yang telah diidentifikasi.

Setiap makhluk hidup memiliki ciri khas. Ciri khas tersebut ada yang sama dan ada yang berbeda dari makhluk hidup lain. Berdasarkan persamaan dan perbedaan yang dimiliki, beberapa jenis makhluk hidup dapat dimasukkan satu kelompok. Perbedaan/variasi dan persamaan yang tampak di antara makhluk hidup dalam kelompok itulah yang jadikan dasar untuk membaginya menjadi beberapa kelompok yang lebih kecil.

Variasi pada makhluk hidup terjadi karena pengaruh gen dan lingkungan. Berdasarkan hal itu, keanekaragaman hayati tampak dalam tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman tingkat gen, spesies, dan ekosistem.

1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen
Keanekaragaman hayati tingkat gen berasal dari adanya variasi susunan perangkat dasar gen pada setiap individu dalam satu spesies. Susunan perangkat gen itulah yang menentukan ciri dan sifat yang dimiliki oleh suatu individu. Setiap individu yang ada dalam satu spesies mempunyai susunan perangkat dasar gen yang khas. Jadi, tidak ada dua individu yang mempunyai susunan perangkat dasar gen yang sama. Hal itulah menyebabkan adanya variasi pada individu- individu yang berada dalam satu spesies. Contoh yang paling mudah diamati adalah keanekaragaman pada warna bunga bugenvil.

Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri dan sifat yang dimiliki oleh suatu individu. Jadi, meskipun termasuk jenis atau spesies yang sama, masing-masing individu memiliki faktor genetik yang berbeda sehingga terbentuklah variasi dalam satu keturunan. Selain itu masing-masing individu ditentukan oleh faktor genetik, ciri yang terlihat (fenotipe) juga ditentukan oleh lingkungan atau adaptasi terhadap lingkungannya. Dalam hal tersebut Boleh dikatakan dalam satu keturunan yang memiliki faktor genetik (genotipe) yang sama. tetapi hidup di lingkungan yang berbeda akan memiliki fenotipe yang berbeda pula. Hal inilah yang memunculkan keanekaragaman tingkat gen.

Secara alami, keanekaragaman hayati tingkat gen dapat terjadi karena pengaruh adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungan. keanekaragaman hayati terjadi karena peranan manusia, misalnya persilangan dan mutasi.

2. Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis (Spesies)
Keanekaragaman hayati tingkat jenis terlihat dari adanya variasi bentuk, penampakan, dan frekuensi antara spesies yang satu dan spesies yang lain. Misalnya pada tanaman kenanga, sirsak, dan srikaya. Ketiganya merupakan tanaman yang berbeda tetapi masih termasuk satu keluarga yang sama (Annonaceae). Begitu juga ayam, itik, dan ani ketiganya juga termasuk satu familia Gulliformeae.

3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem
Berbagai individu yang berbeda spesies yang saling berinteraksi dengan sesamanya dan dengan lingkungannya, akan membentuk ekosistem yang mempunyai sistem kehidupan yang khas. Misalnya pada hutan bakau, hutan hujan tropis, sabana, dan daerah salju. Spesies yang berinteraksi dengan lingkungan atau faktor abiotik yang berbeda akan membentuk ekosistem yang berbeda pula. Faktor abiotik yang dimaksud meliputi iklim, air, tanah, udara, cahaya, kelembapan dan suhu. Kondisi abiotik yang berbeda akan menyebabkan spesies yang hidup dalam lingkungan tersebut beradaptasi dan menampakkan ciri-ciri yang khas sehingga menjadi khas pada ekosistem yang terbentuk.

Sebagai contoh, milasnya pada pohon kelapa marapu yang beradaptasi di lingkungan pantai dan menjadi tumbuhan (spesies) yang khas daerah pantai kemudian Pohon bakau yang mampu beradaptasi pada lingkungan payau atau rawa sehingga akan membentuk ekosistem hutan bakau dan menjadi tumbuhan yang khas di ekosistem tersebut

Aug 13, 2017

Objek Kajian Biologi (BAB 1 Kelas X)

Objek Kajian Biologi

Biologi adalah bidang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tentang kehidupan dan organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran, dan taksonominya. Biologi umumnya mengakui sel sebagai satuan dasar kehidupan, gen sebagai satuan dasar pewarisan, dan evolusi sebagai mekanisme yang mendorong terciptanya spesies baru. Selain itu, organisme diyakini bertahan dengan menkonsumsi dan mengubah energi serta dengan meregulasi keadaan dalamnya agar tetap stabil dan vital.

Biologi sebenarnya telah kita pelajari sejak dini mulai dari bangku pendidikan taman kanak-kanak namun dengan penyajian materi yang lebih santai disesuaikan dengan dunia anak-anak. Begitu kita memasuki jenjang pendidikan menengah pertama (SMP), untuk lebih memudahkan dalam pemahaman materi Biologi, kita mulai dibiasakan untuk melakukan eksperimen yang bertujuan untuk membuktikan kebenaran dari suatu teori yang terdapat dalam materi pelajaran Biologi.

Objek kajian biologi meliputi manusia, hewan, tumbuhan, serta mikroorganisme yang dapat dilihat dengan mata telanjang maupun dengan menggunakan bantuan alat, misalnya mikroskop. Karena dalam melakukan suatu eksperimen menggunakan bantuan alat, maka ilmu biologi tidak dapat berdiri sendiri. Dengan adanya bantuan alat seperti mikroskop, termometer, sinar X, dan lain-lain yang bekerja berdasarkan prinsip Fisika maka keduanya memiliki hubungan yang saling berkaitan satu sama lain.

Selain itu Objek biologi juga mencakup seluruh makhluk hidup dan kehidupan, objek biologi pula membahas tentang kehidupan pada berbagai tingkat struktur dan Tingkat struktur tersebut dimulai dari yang terendah hingga tertinggi. Contohnya seperti molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan bioma.

Perhatikan gambar 1.0 berikut.

Pada gamber tersebut adalah susunan objek biologi dari yang terendah hingga tertinggi. Dan berikut adalah penjelasan dari objek-objek diatas.

1. Molekul
(Contoh Gambar Molekul, Source By Google)

Molekul merupakan bagian terendah dalam tingkat  organisasi kehidupan. Struktur dan fungsi molekul-molekul penyusun komponen sel seperti karbohidrat, lipid, protein dan asam nukleat merupakan objek kajian dalam biokimia. Interaksi antarmolekul, seperti interaksi molekul DNA, RNA, dan protein dalam sintesa protein, dan pengaturannya dikaji dalam biologi molekuler.

Masalah yang terjadi, misalnya kebutuhan tanaman dengan kualitas tertentu contohnya padi tahan hama, kebutuhan tanaman dengan jumlah banyak dalam waktu yang cepat, kebutuhan obat untuk penyakit tertentu, dan lain-lainnya merupakan masalah yang bisa terjadi dalam tingkat molekul ini.

2. Sel

(Contoh Gambar Sel, Source By Google)

Pada tingkat sel, struktur dan fungsi komponen sel serta proses yang terjadi pada sel merupakan objek kajian biologi. Ilmu yang mengkaji sel adalah sitologi, Sel dimiliki oleh seluruh organisme.

Sebagian organisme seperti bakteri terdiri atas satu sel, namun kebanyakan organisme merupakan kumpulan dari banyak sel yang terspesialisasi.

Masalah-masalah seperti penyakit kanker dan pengembangan makanan serta minuman hasil fermentasi dapat dikaji di tingkat sel.

3. Jaringan

(Contoh Gambar Jaringan, Source By Google)

Jaringan adalah sel yang terspesialisasi pada organisme multisel. Jaringan juga merupakan sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Struktur dan fungsi berbagai jenis jaringan merupakan objek kajian pada tingkat jaring, Ilmu yang mempelajari  jaringan adalah histologi.

Masalah-masalah yang dapat dikaji pada tingkat jaringan antara lain diagnosis dan penanggulangan berbagai penyakit pada tanaman, manusia, maupun hewan. Contoh objek biologi pada tingkat jaringan yaitu jaringan epitel silinder selapis.

4. Organ & Sistem Organ
(Contoh Gambar Organ, Source By Google)
Setiap organ merupakan bagian dari suatu sistem dengan fungsi tertentu yang disebut sistem organ. Contoh organ pada manusia yaitu otak, jantung, paru-paru, dan ginjal.

Struktur (anatomi) dan fungsi (fisiologi) berbagai jenis organ dan sistem organ pada berbagai organisme multisel merupakan objek kajian pada tingkat ini.

Berbagai penyakit yang menyerang organ tubuh manusia dan pengobatannya seperti penyakit TBC yang menyerang paru-paru dan hepatitis yang menyerang hati dapat dikaji pada tingkat ini.

5. Individu
(Contoh Gambar Individu, Source By Google)
Berbagai sistem organ yang bekerja bersama-sama melakukan kegiatan kehidupan membentuk individu, dan individu ini disebut unit kehidupan. Pada tingkat individu, perkembangan individu merupakan objek kajian ilmu biologi perkembangan. Kelainan dalam perkembangan embrio adalah contoh masalah pada tingkat ini.

6. Populasi

(Contoh gambar populasi, Source By Google)

Populasi terbentuk dari sekumpulan organisme atau individu dari suatu spesies tertentu yang hidup dalam suatu wilayah geografi, Pola penyebaran spesies dan proses penyebabnya merupakan objek kajian biogeografi. Distribusi dan perubahan frekuensi alel dikaji dalam genetika populasi.

Kepadatan penduduk dan kelangkaan spesies tertentu seperti bunga raflesia merupakan contoh dari masalah pada tingkat ini. Contoh dari populasi adalah Banteng di Ujung Kulon atau harimau sumatera di Pulau Sumatera

7. Komunitas

(Contoh gambar Komunitas, Source By Google)

Populasi dari berbagai jenis organisme berinteraksi pada suatu tempat tertentu membentuk komunitas. Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya. Contoh komunitas adalah populasi ikan, populasi ganggang dan populasi hewan di sekitarnya membentuk komunitas terumbu karang seperti gambar berikut.

8. Ekosistem

(Contoh Gambar Ekosistem, Source By Google)

Organisme memiliki hubungan timbal balik dengan lingkungannya sehingga membentuk suatu sistem disebut ekosistem. Contoh dari ekosistem adalah ekosistem danau, sungai, laut, pantai berpasir, dan hutan.

Interaksi antar-organisme dan interaksi organisme dengan alam sekitarnya merupakan objek kajian dalam tingkat ekosistem terutama dalam bidang ekologi. Pengaruh zat kimia terhadap organisme dikaji dalam toksikologi. Kehidupan di perairan darat dikaji dalam limnologi. Kehidupan di laut dikaji dalam biologi laut.

Masalah khusus yang perlu dikaji pada tingkat ekosistem ini adalah pengaruh pencemaran terhadap organisme dan karakteristik ekosistem yang tercemar.

9. Bioma
Bioma adalah sekelompok hewan dan tumbuhan yang tinggal di suatu lokasi geografis tertentu. Objek kajian pada tingkat ini adalah kehidupan di lokasi geografis tertentu, seperti wilayah hutan tropis, padang rumput, dan padang pasir.

Bioma merupakan ekosistem-ekosistem yang terbentuk karena perbedaan letak geografis dan astronomis. Pada dasarnya, bioma terdiri dari produsen, konsumen, dan pengurai (dekomposer) yang di dalamnya terjadi siklus yang diawali dari tumbuhan.
Berikut adalah macam-macam Bioma.
  • Bioma Stepa
  • Bioma Taiga
  • Bioma Gurun
  • Bioma Sabana
Objek kajian biologi berdasarkan tingkat organisasi kehidupan di atas merupakan penyederhanaan. Pada suatu objek, kenyataannya dan masalah yanv dapat dikaji pada berbagai tingkat organisasi kehidupan.
Materi BAB 1 Kelas 10 Lainnya
• Ruang Lingkup Biologi
• Cabang-cabang ilmu biologi
Referensi & Sumber
•  http://www.google.com
• http://blog.terpinter.com/blog/objek-permasalahan-biologi/

Aug 9, 2017

Cabang-cabang ilmu biologi (BAB 1 Kelas X)

Materi BAB 1 Kelas X


Cabang-cabang Biologi adalah ilmu-ilmu yang dikembangkan dari bidang biologi dan Biologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk makhluk hidup.

Untuk memperdalam pengetahuan kita tentang biologi, sebelumnya saya telah menjelaskan tentang Ruang Lingkup Biologi, dan kali ini saya juga akan menjelaskan tentang cabang-cabang Biologi.

Cabang-cabang Biologi dapat dibagi ke beberapa cabang, dan berikut adalah penjelasannya.
1. Morfologi
Morfologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri dari luar organisme

2. Anatomi
Anatomi adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup.

3. Fisiologi
Fisiologi adalah ilmu yang Mempelajari tentang fungsi dari alat-alat tubuh manusia.

4. Taksonomi
Taksonomi adalah ilmu yang Mempelajari tentang pengelompokan makhluk hidup.

5. Embriologi
Embriologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perkembangan Embrio

6. Histologi
Histologi adalah ilmu yang mepelajari tentang fungsi dan susunan tubuh makhluk hidup

7. Genetika
Genetika adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat dan seluk beluk keturunan secara ilmiah.

8. Ekologi
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

9. Zoologi
Zoologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan hewan.

10. Botani
Botani adalah ilmu yang mempelajari tentang dunia tumbuh-tumbuhan

11. Paleontologi
Paleontologi ilmu yang mempelajari tentang fosil dan hubungannya dengan sejarah bumi

12. Virologi
Virologi ilmu yang mempelajari tentang Virus

13. Entomologi
Entomologi adalah ilmu yang mempelajari tentang Serangga

14. Ornitologi
Ornitologi adalah ilmu yang mempelajari tentang Burung

15. Mikologi
Mikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang Jamur

16. Bakterilologi
Bakterilologi adalah ilmu yang mempelajari tentang Bakteri

17. Evolusi
Evolusi adalah ilmu yang mempelajari tentang perkembangan Makhluk hidup dari tingkat yang rendah ke tingkat yang tinggi.

18. Sitologi
Sitologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sel-sel makhluk hidup.

19. Mikrologi
Mikrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jasad renik atau mikroorganisme.
Baca Juga Ruang Lingkup biologi

Ruang Lingkup Biologi (BAB 1 kelas X)

Ruang Lingkup Biologi


Biologi mengkaji berbagai persoalan yang berkaitan dengan berbagai fenomena kehidupan makhluk hidup pada berbagai tingkat organisasi kehidupan dan interaksinya dengan berbagai lingkungan.

Ruang lingkup biologi dapat dilihat dari ragam obyek, tingkat, organisasi serta tema persoalan yang merupakan kawasan kajian biologi. Ragam kehidupan yang menjadi objek biologi di bagi dalam 6 kerajaan (kingdom), yaitu ; Plantea, Animalia, Protista, Fungsi, Archaebacteria, dan Eubacteria.

Semua objek biologi dikaji pada seluruh tingkat Organisme kehidupan yang dinamakan "Hierarki Kehidupan" yang meliputi :

  • Biosfer : Level tertinggi yang mencangkup seluruh bagian ppanet bumi beserta makhluk hidup yang ada didalamnya.
  • Ekosistem : Kesatuan Makhluk hidup pada suatu tempat beserta benda-benda tak hidup yang ada didalamnya.
  • Komunitas : Seluruh kehidupan yang nenempati suatu Ekosistem.
  • Populasi : Kumpulan Organime sejenis yang menempati daerah yang sama.
  • Individu : Suatu Organime sejenis yang membentuk populasi
  • Sistem Organisme : Tersusun dari organ-organ yang saling berinteraksi untuk melaksanakan fungsi didalam tubuh.
  • Organ : Kumpulan dari beberapa jaringan yang mempunyai fungsi khusus.
  • Jaringan : Sekumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama.
  • Sel : Makhluk hidup yang berada dalam tingkat sel adalah Protozoa, Bakteri, dan tumbuhan bersel satu.
  • Molekul : Makhluk yang berada pada tingkat molekul adalah Virus, karena tubuhnya terdiri dari protein dan molekul DNA (Deoxyribonucleic Acid) atau RNA (Rebonucleic Arcid)
Selanjutnya Cabang-Cabang Ilmu Biologi