Sep 17, 2017

Sistem Klasifikasi dalam Keanekaragaman Hayati

Klasifikasi dalam Keanekaragaman Hayati

Berdasarkan persamaan yang dimiliki oleh makhluk hidup, keanekaragaman hayati yang ada dapat diklasifikasikan berdasarkan kepentingan bagi manusia. Melalui klasifikasi, keanekaragaman hayati dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu hewan, tumbuhan dan mikroba.

Klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan makhluk hidup dilakukan atas dasar aturan tertentu. Sebagai contoh macam-macam klasifikasi dibedakan berdasarkan hal-hal berikut.
1. Tumbuhan
Tumbuhan dikelompokkan berdasarkan fungsinya, antara lain sebagai berikut:

  • penghasil kayu: jati, mahoni;
  • peneduh: akasia, beringin;
  • penghasil bahan pangan: padi, gandum, jagung. sagu;
  • penghasil gula: tebu, bit;
  • sayuran: kol, sawi, bayam, kangkung.

2. Hewan
Hewan dikelompokkan berdasarkan fungsinya. antara lain sebagai berikut:

  • sarana transportasi : sapi, kuda, unta;penghasil daging : kambing, ayam, sapi;
  • penghasil telur : ayam, itik, puyuhpenghasil susu : sapi, kambing, kuda;
  • hewan peliharaan : ayam, anjing, kucing.

3. Mikroba
Mikroba dikelompokkan berdasarkan fungsinya, antara lain sebagai berikut:

  • pengolah bahan pangan : Acetobacter xylium (nata de coco), Lactobacilus bulgaricus (yoghurt), Penicillium camemberti (keju);
  • Agen fermentasi : Saccharomyces cerevisiae (tapai, bir, roti), Rhizopus oryzae (tempe), Aspergillus oryzae (sake).
  • Penghasil antibiotik : Streptomyces griceus, Penicillium notatum

Klasifikasi digunakan untuk mengelompokkan berbagai keanekaragaman hayati sesuai dengan kebutuhan manusia. Pengelompokan keanekaragaman hayati dapat juga dilakukan berdasarkan peranannya. misalnya adanya hewan yang menguntungkan dan merugikan, tumbuhan menguntungkan dan merugikan, serta mikroba patogen dan nonpatogen. Dengan menggunakan dasar klasifikasi yang berbeda, keanekaragaman hayati dapat lebih mudah dicari, dimengerti, dan dimanfaatkan bagi kehidupan manusia.

Baca Juga :
• Keanekaragaman hayati tingkat gen, jenis dan ekosistem

Di era globalisasi seperti sekarang ini, penelitian tentang makhluk hidup mengalami perkembangan yang pesat sehingga munculah varietas-varietas baru atau bahkan spesies baru akibat adanya penemuan-penemuan baru. Seperti pada bab sebelumnya telah diketahui adanya enam spesies bakteri baru di Indonesia. Dengan menggunakan dasar biokimia, organisme tersebut dengan mudah diklasifikasikan dalam kelompok mikroba (bakteri).

Pengertian Power Supply dan jenis-jenisnya


Power Supply

Power Supply Unit (PSU) atau sering disebut Power Supply (Catu Daya) adalah komponen komputer yang memasok listrik kekomponen komputer lain yang berada di dalam Personal Computer (PC). Power Supply biasanya dirancang untuk mengkonversi arus linstrik bolak-balik (AC 220-240V) menjadi arus listrik DC (Arus Searah) untuk dapat dikonsumsi oleh komponen internal komputer.

Power Supply biasanya terletak pada belakang kesing komputer yang memiliki bentuk kotak dengan kabel-kabel yang menjulur keluar, kemudiam pada ujung-ujung kabel tersebut terdapat beberapa konektor yang di gunakan untuk menyambungkan kabel daru masing-masing komponen komputer.

Sedangkan untuk fungsi dari Power supply ialah mengalirkan arus listrik untuk komponen/hardware pada komputer dengan arus DC (arus searah), yang pada awalnya arus listrik yang masuk kedalam power supply merupakan arus AC (arus bolak-balik) kemudian dikonversi atau dirubah menjadi arus DC (arus searah) yang kemudian dialirkan kedalam komponen-komponen elektronika yang ada didalam casing komputer seperti motherboard, kipas/ fan, cd room, harddisk dan lain sebagainya.

Jenis-jenis Power Supply
Menurut perbedaannya, Power Supply terbagi menjadi dua jenis, yaitu power supply dengan jenis AT dan power supply berjenis ATX. Berikut adalah perbedaan dari kedua jenis power supply diatas.

1. Power Supply AT
Power Supply AT merupakan jenis power supply yang digunakan pada komputer jadul (Jaman Dahulu), power supply jenis ini sering dijumpai pada komputer pentium II dan juga pentium III.

Ciri-ciri power supply AT
kabel daya untuk mobo (motherboard) terdiri dari 8-12 pinTombol ON/OFF bersifat manualMengkonsumsi daya dibawah 250 watt.ketika shutdown, PC tidak benar-benar mati tetapi masih harus menekan tombol ON/OFF pada power supply tersebut

2. Power Supply jenis ATX
power supply ATX lebih simple dibandingkan dengan power supply dengan jenis AT, untuk PSU jenis ini memiliki 20 pin dan karena itulah power supply jenis ini sering juga disebut dengan ATX 20 pin.

Ciri-ciri Power Supply ATX
kabel power untuk motherboard terdiri dari 20 pinketika shutdown PC akan otomatis sepenuhnya matiDaya yang dipakai lebih besar dari pada daya yang dipakai oleh Power Supply jenis AT.

Sep 16, 2017

Pengeetian dan Definisi Sejarah (Lengkap)

Pengeetian dan Definisi Sejarah

Pengertian Sejarah

Sejarah Adalah kejadian yang terjadi dimasa lampau yang disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan  berbagai peristiwa, dan peninggalan-peninggalan itu disebut sebagai sumber sejarah. Dalam Bahasa inggris kata sejarah disebut sebagai History yang berarti masa lampau atau masa lampau manusia. Jika dalam Bahasa Arab, kata sejarah disebut sebagai Sajarotun (Syajaroh) yang berarti pohon atau keturunan. Kemudian jika dalam Bahasa Yunani, Sejarah berasal dari kata Istoria yang mempunyai arti Belajar. Dan jika dalam Bahasa jerman sejarah berasal dari kata Geschichte yang artinya sesuatu yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan manusia.

Sejarah memiliki tiga aspek yakni Masa lalu, Masa kini dan Masa yang akan dating. Yang dimana masa lampau akan dijadikan sebagai tolak ukur untuk masa yang akan datang, sehingga sejarah mengandung pelajaran nilai dan moral pada manusia. Pada masa kini sejarah akana mudah dipahami oleh generasi penerus dari masyarakat terdahulu sebagai cermin untuk menuju kemajuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Peristiwa yang terjadi pada masa lampau akan memberi kita gambaran tentang kehidupan manusia dan kebudayaanya dimasa lampau sehingga dapat merumuskan hubungan sebab akibat mengapa suatu peristiwa dapat terjadi dalam kehidupan tersebut, walaupun belum tentu setiap peristiwa atau kejadian dapat tercatat dalam sejarah.

Sejarah terus berkesinambungan hingga rentang waktu yang sangat panjang. Oleh karena itu, sejarah mencangkup :
  1. Masa lalu yang di lukiskan berdasarkan waktu (kronologis)
  2. Ada hubungannya dengan sebab akibat,
  3. Kebenarannya bersifat subjektif karena masih perlu adanya penelitian untuk mengetahui kebenaran yang hakiki,
  4. Peristiwa sejarah menyangkut masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang.

Sep 15, 2017

Definisi Komputer secara umum dan Luas

Pengertian dan Definisi Komputer

Dilansir dari situs resmi wikipedia, secara definisi komputer dapat diterjemahkan sebagai alat yang dipakai untuk mengolah data menurut perintah yang telah dirumuskan. Sementara pengertian komputer secara umum (jika dilihat dengan skala yang lebih luas), komputer dapat didefinisikan sebagai suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen, yang dapat bekerja sama antara komponen satu dengan komponen yang lain untuk menghasilkan suatu informasi berdasarkan program, data dan prosedur operasi yang sudah dirumuskan.

Komputer juga dapat diartikan sebagai “suatu perangkat elektronik atau sekumpulan perangkat elektronik yang bekerja secara otomatis, terintegrasi dan terkoordinasi yang dapat melakukan tugas-tugas tertentu (misalnya menerima, menyimpan, mengolah dan menyajikan Data), dikendalikan serta dikontrol oleh instruksi atau program yang tersimpan di dalamnya (mesin)”.

Menurut pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Komputer terdiri dari sekumpulan perangkat serta instruksi atau program yang dalam kenyataannya tidak bisa dipisahkan satu sama lain, baik di antara perangkat itu sendiri maupun antara mesin dengan instruksi atau program. Semuanya merupakan satuan yang saling bekerja sama dan saling tergantung satu sama lain.

Definisi komputer di atas sudah mewakili beberapa alat khusus yang hanya dapat memperhitungkan satu atau memiliki beberapa fungsi. Dengan pemrograman yang benar, sehingga semua komputer dapat mengolah sifat apapun (biasanya dibatasi oleh kapasitas penyimpanan dan kecepatan yang berbeda) dan hal terserbut adalah hal Yang membedakan antara komputer modern (sekarang) dengan komputer yang lebih awal

Sep 14, 2017

Pengertian komputer menurut para ahli

pengertian komputer menurut para ahli.jpg
14 Pengertian Komputer menurut para ahli

Anda mungkin memang sudah akrab dengan komputer, berikut juga dengan softwarenya, bahkan anda sudah bisa menjadi super user dari sebuah komputer. Namun, perlu anda ketahui bahwa definisi dari sebuah computer juga penting untuk dipelajari. Kita akan lebih mengenal sebuah komputer dan dapat memahami apa arti dari sebuah komputer.

Maka dari itu, berikut ini adalah beberapa pengertian dan juga definisi komputer yang saya rangkum dan saya kumpulkan menjadi satu artikel yang berjudul Pengertian komputer menurut para ahli
  1. Pengertian Komputer menurut C. Hamacher, Z.G. Vranesic, dan Z.G. Zaky - Hamacher, Vranesic, & Zaky (dalam Wimatra dkk, 2008) mengatakan bahwa komputer didefinisikan sebagai sebuah mesin penghitung elektronik yang cepat dapat menerima informasi input digital, memprosesnya sesuai dengan suatu program yang tersimpan di memorinya (stored program) dan menghasilkan output informasi.
  2. Pengertian komputer menurut American Standard Institute - Masih di dalam buku yang disusun oleh Wimatra, dkk (2008), disebutkan oleh American Standard Institute bahwa komputer pada dasarnya merupakan suatu pemroses data (data processor) yang dapat melakukan perhitungan yang besar dan cepat serta termasuk perhitungan aritmatika yang besar atau operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia untuk mengoperasikannya selama pemrosesannya
  3. Pengertian komputer menurut Wimatra, dkk (2008) - Wimatra, dkk membuat kesimpulan mengenai arti penting dari sebuah komputer. Wimatra, dkk (2008) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sebuah komputer adalah suatu sistem perangkat elektronik yang memilki tujuan untuk melakukan proses pengolahan data, yang kemudian dapat menghasilkan suatu informasi yang berguna. Ditambahkan pula, bahwa suatu komputer harus memiliki beberapa elemen agar bisa bekerja dengan baik dan juga bermanfaat, yaitu elemen brainwae (user), hardware (perangkat keras komputer) dan juga software (perangkat lunak komputer).
  4. Pengertian Komputer menurut Arif Susanto - Susanto (2009) mengatakan bahwa apa yang disebut dengan komputer adalah sekelompok alat elektronik yang terdiri atas perintah input, alat yang mengolah input, dan peralatan output yang memberikan informasi serta bekerja secara otomatis. Disebutkan pula bahwa komputer berasal dari bahasa Latin, yaitu Computare, Computare sendiri memiliki arti untuk menghitung. Pada awalnya, kata ini ditujukan bagi mereka yang memiliki pekerjaan untuk melakukan perhitungan aritmatika, baik secara manual maupun menggunakan alat bantu hitung.
  5. Pengertian komputer menurut Robert H. Blissmer - Blissmer (dalam Susanto, 2009) mengatakan bahwa komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas seperti menerima input, memproses input sesuai dengan programnya, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahan serta menyediakan output dalam bentuk informasi.
  6. Pengertian Komputer menurut Donald H. Sanders - Pendapat lainnya yang terdapat pada paper milik Susanto (2009) mengenai definisi dan pengertian dari komputer berasal dari pendapat yang dikemukakan oleh Sanders. Sanders (dalam Susanto, 2009) mengatakan bahwa komputer merupakan suatu sistem elektronik utk memanipulasi data yg cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan agar secara otomatis dapat menerima dan menyimpan data input, memprosesnya dan menghasilkan output dibawah pengawasan suatu langkah-langkah, instruksi-intruksi program yg tersimpan di memori (stored program).
  7. Pengertian Komputer menurut William M. Fouri - Dalam bukunya yang berjudul The Tool of Bussines, Fouri menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan komputer adalah suatu pemroses data (data processor) yg dapat melakukan perhitungan yg besar dan cepat termasuk perhitungan aritmatika yg besar atau operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia yg mengoperasikannya selama pemrosesan berlangsung
  8. Pengertian Komputer menurut Gordon B. Davis - Davis, dalam buku yang diberi judul Introduction to The Computer menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan komputer adalah merupakan suatu tipe khusus dari alat penghitung uang mempunyai sifat tertentu yang pasti.
  9. Pengertian komputer menurut Elias M. Awad - Awad mengatakan bahwa apa yang dimaksud dengan sebuah komputer adalah suatu alat hitung yang memiliki kegunaan dan juga fungsi untuk memproses data yang kemudian dapat disajikan dalam bentuk data, baik secara digital, maupun secara analog.
  10. Larry Long dan Nancy Long - Long & Long mengatakan bahwa yang dimaksud dengan komputer adalah sebuah alat hitung elektronik yang mampu menginterpresentasikan dan juga melaksanakan perintah program untuk input, output, perhitungan, dan operasi-operasi logika
  11. Pengertian Komputer menurut Williams Sawye. - Sawyer mengatakan pendapat lain mengenai arti dari sebuah komputer. Menurut Sawyer, komputer merupakan sebuah mesin multiguna yang dapat melakukan pemrograman, dan dapat melakukan deprogram. dimana mesin–mesin tersebut dapat meerima data berupa fakta dan gambar kasar, lalu kemudian memproses atau memanipulasi data tersebut menjadi sebuh informasi yang bisa digunakan oleh usernya.
  12. Pengertian komputer menurut Jhon J. Longkutoy - Jhon J. Longkutoy, berpendapat bahwa apa yang dimaksud dengan computer adalah suatu alat atau mesin pemecah persoalan atau sebuah mesin dan alat pengolah data yang mana dapat menghasilkan suatu informasi yang sedemikian rupa dan juga berguna bagi usernya
  13. Pengertian Komputer Menurut Wikipedia - Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer pada awalnya dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmetika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri.
  14. Pengertian komputer secara umum - komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan dimana komputer itu sendiri merupakan perangkat elektronik yang terdiri dari beberapa komponen yang saling bekerja sama membentuk sebuah sistem kerja yang dapat menjalankan pekerjaan secara otomatis berdasar urutan instruksi ataupun program yang diberikan kepadanya sehingga dapat menghasilkan suatu informasi berdasarkan program dan data yang ada.

Sep 13, 2017

Penjelasan lengkap tentang fenotipe dan genotipe

Fenotip dan Genotip

1. Fenotipe

Fenotipe adalah suatu karakteristik baik struktural, biokimiawi, fisiologis, dan perilaku yang dapat diamati dari suatu organisme yang diatur oleh genotipe dan lingkungan serta interaksi keduanya. Pengertian fenotipe mencakup berbagai tingkat dalam ekspresi gen dari suatu organisme.

Pada tingkat organisme, fenotipe adalah sesuatu yang dapat dilihat, diamati atau dapat diukur dalam sifat atau karakter. Dalam tingkatan ini, contoh fenotipe misalnya ialah warna mata, berat badan, atau ketahanan terhadap suatu penyakit tertentu. Pada tingkat biokimiawi, fenotipe dapat berupa kandungan substansi kimiawi tertentu di dalam tubuh. Sebagai contoh ialah kadar gula darah atau kandungan protein dalam beras. Pada taraf molekular, fenotipe dapat berupa jumlah RNA yang diproduksi atau terdeteksinya pita DNA atau RNA pada elektroforesis.

Fenotipe ditentukan sebagian oleh genotipe individu, sebagian lain oleh lingkungan tempat individu itu hidup, waktu, dan, pada sejumlah sifat, interaksi antara genotipe dan lingkungan. Waktu biasanya digolongkan sebagai aspek lingkungan (hidup) pula. Ide ini biasa ditulis sebagai
P = G + E + GE,
dengan keterang sebagai berikut

  • P berarti fenotipe
  • G berarti genotipe
  • E berarti lingkungan
  • GE berarti interaksi antara genotipe dan lingkungan bersama-sama (yang berbeda dari pengaruh G dan E sendiri-sendiri.

Pengamatan fenotipe dapat sederhana atau sangat rumit hingga memerlukan alat dan metode khusus. Namun, karena ekspresi genetik suatu genotipe bertahap dari tingkat molekular hingga tingkat individu, seringkali ditemukan keterkaitan antara sejumlah fenotipe dalam berbagai tingkatan yang berbeda-beda. Fenotipe, khhususnya yang bersifat kuantitatif seringkali diatur oleh banyaknya gen. Cabang genetika yang membahas sifat-sifat dengan tabiat seperti ini dikenal sebagai genetika kuantitatif. Genetika merupakan ilmu yang mempelajari pewarisan sifat dari individu induk kepada keturunannya.

2. Genotipe

Genotipe secara harafiah berarti "tipe gen", dan Genotipe sendiri adalah istilah yang dipakai untuk menyatakan keadaan genetik dari suatu individu atau sekumpulan individu populasi. Genotipe dapat merujuk pada keadaan genetik suatu lokus maupun keseluruhan bahan genetik yang dibawa oleh kromosom (genom). Genotipe dapat berupa homozigot atau heterozigot. Setelah orang dapat melakukan transfer gen, muncul pula penggunaan istilah hemizigot.

Dalam genetika Mendel (genetika klasik), genotipe sering dilambangkan dengan huruf yang berpasangan; misalnya AA, Aa, atau B1B1. Pasangan huruf yang sama menunjukkan bahwa individu yang dilambangkan adalah homozigot (AA dan B1B1), sedangkan pasangan huruf yang berbeda melambangkan individu heterozigot. Sepasang huruf menunjukkan bahwa individu yang dilambangkan ini adalah diploid (2n). Sebagai konsekuensi, individu tetraploid (4n) homozigot dilambangkan dengan AAAA.

Sep 12, 2017

Definisi Manusia sebagai makhluk Individu dan Sosial

Manusia Sebagai Makhluk Individu dan makhluk Sosial

1. Manusia Sebagai Makhluk Individu

Individu merupakan kesatuan aspek jasmani dan rohani. Dengan kemampuan rohaninya individu dapat berhubungan dan berfikir, serta dengan pikirannya itu mengendalikan dan memimpin kesanggupan akal dan kesanggupan budi untuk mengatasi segala masalah dan kenyataan yang dialami pada setiap individu.

Sebagai makhluk individu Manusia memiliki unsur jasmani, unsur rohani, unsur fisik, unsur psikis, unsur raga dan juga unsur jiwa. Seseorang dapat dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut bisa menyatu dalam dirinya. Jika unsur-unsur tersebut sudah tidak menyatu, maka seseorang tidak disebut sebagai manusia individu. Jadi pengertian manusia sebagai makhluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada di dalam diri individu merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan. Jadi, sebutan individu hanya tepat bagi manusia yang memiliki keutuhan jasmani dan rohaninya, keutuhan fisik dan psikisnya, dan juga keutuhan jiwa serta raganya.

Setiap manusia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri, Sekalipun orang tersebut terlahir kembar, keduanya tidak ada yang memiliki ciri fisik dan psikis yang persis sama. Walaupun secara umum manusia itu memiliki fisik yang sama, tetapi kalau perhatian kita tujukan pada hal yang lebih detail, maka akan terdapat perbedaan-perbedaan. Perbedaan ini terletak pada bentuk, ukuran, sifat dan lain-lainnya. Kita dapat membedakan seseorang dari lainnya berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada, baik pada perbedaan fisik maupin psikis.

Ciri-ciri Individu

Seorang individu adalah perpaduan antara faktor genotip dan fenotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir dan merupakan faktor keturunan. Secara fisik seseorang memiliki kemiripan atau kesamaan ciri dari orang tuanya, kemiripan atau kesamaan itu mungkin saja terjadi pada keseluruhan penampilan fisiknya, bisa juga pada bagian-bagian tubuh tertentunya saja.

Kalau seorang individu memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter yang dipengaruhi oleh fenotip. Faktor fenotip berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang contohnya pada orang yang tinggal di daerah pantai memiliki sifat dan kebiasaan yang berbeda dengan orang yang tinggal di daerah pegunungan.
Karakteristik yang khas dari seseorang ini sering kita sebut dengan kepribadian, setiap orang memiliki kepribadian yang membedakan dirinya dengan orang lain. Yang dimana Kepribadian seseorang dipengaruhi oleh faktor bawaan (genotip) dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus menerus.

Mayor polak menjelaskan bahwa kepribadian adalah “keseluruhan sikap, kelaziman, pikiran dan tindakan baik biologis maupun psikologis yang dimiliki oleh seseorang yang selalu berhubungan dengan peranan dan kedudukannya dalam berbagai kelompok serta mempengaruhi kesadaran akan dirinya”. Meskipun dalam pengertian tersebut Mayor Polak tidak memasukan faktor lingkungan sebagai bagian dari kepribadian, namun dalam pembahasannya dia mengatakan bahwa pembentukan kepribadian diantaranya dipengaruhi oleh masukan lingkungan sosial (kelompok), dan lingkungan budaya (pendidikan).

2. Manusia Sebagai Makhluk Sosial.


Selain sebagai makhluk individu, manusia juga disebut sebagai makhluk sosial, yang dimana manusia sebagai makhluk sosial tersebut memiliki kebutuhan dan kemampuan serta kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia yang lain, yang selanjutnya interaksi tersebut akan membentuk sebuah kelompok. Dan Kemampuan serta kebiasaan manusia berkelompok tersebut sering disebut juga dengan kata zoon politicon. Istilah manusia yang disebut sebagau zoon politicon pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles.

Manusia sebagai insan politik atau dalam istilah yang lebih populer manusia sebagi zoon politicon, mengandung makna bahwa manusia memiliki kemampuan untuk hidup berkelompok dengan manusia yang lain dalam suatu organisasi yang teratur, sistematis dan memiliki tujuan yang jelas. Sebagai insan politik, manusia juga memiliki nilai-nilai yang bisa dikembangkan untuk mempertahankan komunitasnya. Dan nilai-nilai tersebut adalah Nilai kesatuan, Nilai Solidaritas, Nilai Kebersamaan dan Nilai Organisasi. Yang dimana dari ke-empat nilai tersebut bisa di jelaskan sebagai berikut :
  1. Nilai kesatuan - Nilai kesatuan mengandung makna bahwa komunitas politik merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki tekad untuk bersatu dan komunitas politik hanya terwujud apabila ada persatuan.
  2. Nilai solidaritas - Nilai Solidaritas mengandung makna bahwa hubungan antar manusia dalam komunitas politik bersifat saling mendukung dan selalu membuka kesempatan untuk bekerja sama dengan manusia yang lain.
  3. Nilai kebersamaan - Nilai Kebersamaan mengandung arti komunitas politik merupakan wadah bagi mereka untuk mewujudkan tujaun hidup yang diidam-idamkan.
  4. Nilai organisasi - Nilai Organisasi mengandung makna bahwa komunitas politik yang dibangun manusia, mengatur dirinya dalam bentuk pengorganisasi yang memungkinkan tiap-tiap menu dapat mengambil perannya. Aktualisasi manusia sebagai makluk sosial, tercermin dalam kehidupan berkelompok.
Manusia selalu berkelompok dalam hidupnya. Berkelompok dalam kehidupan manusia adalah suatu kebutuhan bahkan bertujuan dan Tujuan manusia berkelompok adalah untuk meningkatkan kebahagiaan serta kesejahteraan hidupnya. Melalui kelompok manusia bisa memenuhi berbagai macam kebutuhan hidupnya, bahkan bisa dikatakan sebagai kebahagiaan dan keberdayaan hidup manusia hanya bisa dipenuhi dengan cara berkelompok. Sebaliknya, Tanpa berkelompok tujuan hidup manusia yaitu mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan tidak akan bisa tercapai.
Manusia merupakan makluk individu dan sekaligus sebagai makluk sosial. Sebagai makluk sosial manusia selalu hidup berkelompok dengan manusia yang lain. Perilaku berkelompok (kolektif) pada diri manusia juga dimiliki oleh makluk hidup yang lain seperti semut, lebah, burung bangau, rusa, dan sebagainya. tetapi tentunya terdapat perbedaan yang esensial antara perilaku kolektif pada diri manusia dan perilaku kolektif pada binatang.

Kehidupan berkelompok (perilaku kolektif) binatang bersifat naluri yang artinya sudah pembawaan dari lahir,  dengan demikian sifatnya statis (tidak berubah) yang terbentuk sebagai bawaan dari lahir. Contohnya yaitu pada bentuk rumah lebah, karena rumah sejak dahulu hingga sekarang tidak ada perubahan, demikian pula dengan rumah semut dan hewan lainnya. Sebaliknya perilaku kolektif pada manusia bersifat dinamis (berubah), berkembang, dan terjadi melalui proses belajar (learning process).  

Berkelompok dalam kehidupan manusia juga merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Beberapa kebutuhan hidup manusia yang dapat dipenuhi melalui kehidupan berkelompok antara lain komunikasi, keamanan, ketertiban, keadilan, kerjasama, dan untuk mendapatkan kesejahteraan. Kehidupan berkelompok manusia tercermin dalam berbagai bentuk yang dimulai dari kelompok terorganisir hingga kelompok yang tidak terorganisir.

Kehendak untuk hidup berkelompok pada diri manusia merupakan suatu perilaku yang lahir secara spontan, relatif tidak terorganisasi, dan hampir tidak diduga sebelumnya, proses kelanjutannya tidak terencana, dan hanya tergantung kepada stimulasi timbal balik yang muncul dikalangan para pelakunya. Pernyataan tersebut, sering ditemukan karena adanya pengelompokkan manusia yang semula teratur dan tertib, tiba-tiba berubah tanpa rencana, tanpa sebab, dan tanpa arah menjadi kerumunan yang menimbulkan kekacauan sosial dan pengrusakan. Contohnya Seperti kasus demonstrasi, suporter sepakbola, dan tawuran yang sering terjadi di kalangan pelajar atau masyarakat baik di Indonesia maupun di negara-negara lain.

Perilaku berkelompok (perilaku kolektif) pada manusia terjadi karena melalui proses belajar yang menyebabkan munculnya beragam jenis, dan jenis-jenis tersebut diantaranya perilaku kerumunan (crowd), perilaku massa, gerakan sosial, perilaku dalam bencana, gerombolon, kericuhan (panics), desas-desus, keranjinan, gaya (fad), model (fashions), propaganda, pendapat umum, dan revolusi (Horton, 1993).

1. Karakteristik Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada yang menitik beratkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu yang memiliki unsur-unsur keharusan biologis, yang terdiri dari:
  • Dorongan untuk makan
  • Dorongan untuk mempertahankan diri
  • Dorongan untuk melangsungkan jenis
Dari tahapan diatas menggambarkan bagaimana cara individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial. dimana antara individu merupakan satu komponen yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan. Sehingga komunikasi antar masyarakat ditentukan oleh peranan manusia sebagai makhluk sosial.

Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru, dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari :
  1. Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan.
  2. Penghematan tenaga, yang dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja manusia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.
Pada umumnya hasrat meniru itu kita lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok tetapi juga sering terjadi didalam kehidupan masyarakat secara luas. Dari gambaran diatas, jelas bagaimana manusia itu sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses meniru. Sehingga secara jelas bahwa manusia itu mempunya konsep sebagai makhluk sosial.

Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial antara manusia satu dengan manusia yang lainnya. Yang secara garis besar faktor-faktor personal tersebut mempengaruhi interaksi manusia yang terdiri dari tiga hal seperti Tekanan Emosional, Harga Diri yang rendah dan Isolasi Sosial.
  • Tekanan emosional. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain.
  • Harga diri yang rendah. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih sayang orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula.
  • Isolasi sosial. Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis.
Manisfestasi manusia sebagai makhluk sosial, nampak pada kenyataan bahwa tidak pernah ada manusia yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain.

2. Kedudukan Manusia sebagai Makhluk Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia sebagai warga masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan, dia pasti selalu membutuhkan manusia lain. Setiap manusia memiliki kecenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Dapat dikatakan bahwa sejak lahir, manusia sudah disebut sebagai makhluk sosial.

Hakekat manusia sebagai makhluk sosial dan politik akan membentuk hukum, mendirikan kaidah perilaku, serta bekerjasama dalam kelompok yang lebih besar. Dalam perkembangan ini, spesialisasi dan integrasi atau organisasi manusia harus saling membantu. Sebab kemajuan manusia nampaknya akan bersandar kepada kemampuan manusia untuk kerjasama dalam kelompok yang lebih besar. Kerjasama sosial merupakan syarat untuk kehidupan yang baik dalam masyarakat yang saling membutuhkan.

Kesadaran manusia sebagai makhluk sosial, justru memberikan rasa tanggung jawab untuk mengayomi individu yang jauh lebih ”lemah” dari pada wujud sosial yang ”besar” dan ”kuat”. Kehidupan sosial, kebersamaan, baik itu non formal (masyarakat) maupun dalam bentuk-bentuk formal (institusi, negara) dengan wibawanya wajib mengayomi individu.

3. Pengembangan Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Di dalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Hal tersebut merupakan salah satu kodrat manusia yang selalu ingin berhubungan dengan manusia lain, yang dimana hal ini menunjukkan kondisi yang interdependensi.

Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, manusia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik itu positif maupun negatif. Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilai-nilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi antara individu. Tiap-tiap pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Pada zaman modern seperti saat ini manusia memerlukan pakaian yang tidak mungkin dibuat sendiri.

Tidak hanya terbatas pada segi badaniah saja, manusia juga mempunyai perasaaan emosional yang ingin diungkapkan kepada orang lain dan mendapat tanggapan emosional dari orang lain pula. Manusia memerlukan pengertian, kasih saying, pengakuan harga diri, dan berbagai rasa emosional lainnya. Tanggapan emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan yang bermasyarakat. Dalam berhubungan dan berinteraksi, manusia memiliki sifat yang khas yang dapat menjadikannya lebih baik. Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia.

Imanuel Kant mengatakan, "Manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan". Jadi jika manusia tidak dididik maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya. Hal ini telah terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian terhadap anak terlantar. Hal tersebut memberi penekanan bahwa pendidikan memberikan kontribusi bagi pembentukan pribadi seseorang. Dengan demikian manusia sebagai makhluk sosial berarti bahwa disamping manusia hidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah, manusia juga hidup bersama dalam memenuhi kebutuhan rohani.
Sumber :
• http://kumalah.blogspot.co.id/2017/09/definisi-manusia-sebagai-makhluk.html?m=1
• http://kumalah.blogspot.co.id/2017/09/manusia-sebagai-makhluk-sosial.html

Sep 8, 2017

Keanekaragaman hayati tingkat gen, jenis dan ekosistem

 

Keaneka ragaman hayati

Keragaman istilah biologi atau keanekaragaman hayati dapat memiliki banyak interpretasi, Hal ini paling sering digunakan untuk menggantikan istilah yang lebih jelas dan lama didirikan. Ahli biologi paling sering mendefinisikan keanekaragaman hayati sebagai "totalitas gen, spesies, dan ekosistem suatu daerah". Sebuah keuntungan dari definisi ini adalah bahwa tampaknya untuk menggambarkan keadaan paling dan menyajikan pandangan terpadu dari tiga tingkat tradisional di berbagai biologis yang telah diidentifikasi.

Setiap makhluk hidup memiliki ciri khas. Ciri khas tersebut ada yang sama dan ada yang berbeda dari makhluk hidup lain. Berdasarkan persamaan dan perbedaan yang dimiliki, beberapa jenis makhluk hidup dapat dimasukkan satu kelompok. Perbedaan/variasi dan persamaan yang tampak di antara makhluk hidup dalam kelompok itulah yang jadikan dasar untuk membaginya menjadi beberapa kelompok yang lebih kecil.

Variasi pada makhluk hidup terjadi karena pengaruh gen dan lingkungan. Berdasarkan hal itu, keanekaragaman hayati tampak dalam tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman tingkat gen, spesies, dan ekosistem.

1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen
Keanekaragaman hayati tingkat gen berasal dari adanya variasi susunan perangkat dasar gen pada setiap individu dalam satu spesies. Susunan perangkat gen itulah yang menentukan ciri dan sifat yang dimiliki oleh suatu individu. Setiap individu yang ada dalam satu spesies mempunyai susunan perangkat dasar gen yang khas. Jadi, tidak ada dua individu yang mempunyai susunan perangkat dasar gen yang sama. Hal itulah menyebabkan adanya variasi pada individu- individu yang berada dalam satu spesies. Contoh yang paling mudah diamati adalah keanekaragaman pada warna bunga bugenvil.

Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri dan sifat yang dimiliki oleh suatu individu. Jadi, meskipun termasuk jenis atau spesies yang sama, masing-masing individu memiliki faktor genetik yang berbeda sehingga terbentuklah variasi dalam satu keturunan. Selain itu masing-masing individu ditentukan oleh faktor genetik, ciri yang terlihat (fenotipe) juga ditentukan oleh lingkungan atau adaptasi terhadap lingkungannya. Dalam hal tersebut Boleh dikatakan dalam satu keturunan yang memiliki faktor genetik (genotipe) yang sama. tetapi hidup di lingkungan yang berbeda akan memiliki fenotipe yang berbeda pula. Hal inilah yang memunculkan keanekaragaman tingkat gen.

Secara alami, keanekaragaman hayati tingkat gen dapat terjadi karena pengaruh adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungan. keanekaragaman hayati terjadi karena peranan manusia, misalnya persilangan dan mutasi.

2. Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis (Spesies)
Keanekaragaman hayati tingkat jenis terlihat dari adanya variasi bentuk, penampakan, dan frekuensi antara spesies yang satu dan spesies yang lain. Misalnya pada tanaman kenanga, sirsak, dan srikaya. Ketiganya merupakan tanaman yang berbeda tetapi masih termasuk satu keluarga yang sama (Annonaceae). Begitu juga ayam, itik, dan ani ketiganya juga termasuk satu familia Gulliformeae.

3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem
Berbagai individu yang berbeda spesies yang saling berinteraksi dengan sesamanya dan dengan lingkungannya, akan membentuk ekosistem yang mempunyai sistem kehidupan yang khas. Misalnya pada hutan bakau, hutan hujan tropis, sabana, dan daerah salju. Spesies yang berinteraksi dengan lingkungan atau faktor abiotik yang berbeda akan membentuk ekosistem yang berbeda pula. Faktor abiotik yang dimaksud meliputi iklim, air, tanah, udara, cahaya, kelembapan dan suhu. Kondisi abiotik yang berbeda akan menyebabkan spesies yang hidup dalam lingkungan tersebut beradaptasi dan menampakkan ciri-ciri yang khas sehingga menjadi khas pada ekosistem yang terbentuk.

Sebagai contoh, milasnya pada pohon kelapa marapu yang beradaptasi di lingkungan pantai dan menjadi tumbuhan (spesies) yang khas daerah pantai kemudian Pohon bakau yang mampu beradaptasi pada lingkungan payau atau rawa sehingga akan membentuk ekosistem hutan bakau dan menjadi tumbuhan yang khas di ekosistem tersebut